A. Latar Belakang Masalah
Prabowo,( 1998) mengungkapkan stres adalah suatu keadaan psikologis individu yang disebabkan karena individu dihadapkan pada situasi internal dan eksternal. Dan penuturan ini ditambahkan pula oleh Goldberger dan Brenitz (dalam Lidwina, 2004), penyebab stres (stressor) dianggap sebagai sesuatu yang berasal dari situasi eksternal yang dapat mempengaruhi individu. Jelas disini tidak hanya dari penuturan Lazarus saja tetapi dari Goldberger dan Brenitz juga yang menyatakan bahwa faktor eksternal merupakan salah satu penyebab terjadinya stres, dan faktor eksternal disini meliputi faktor lingkungan, yang berupa lingkungan masyarakat.
Tuntutan kerja sudah ada sejak pertama kali manusia bekerja, namun dampak dari dinamika dunia kerja yang semakin kompleks menimbulkan banyak tuntutan-tuntutan baru terhadap individu dalam melakukan pekerjaannya, sehingga sebagai konsekuensinya sangat besar kemungkinan untuk individu mengalami stres di lingkungan kerja (Soewondo, 1993). Fokus dalam penelitian ini adalah stres sebagai suatu pengalaman emosional yang bersifat negatif (distress), namun stres bias juga berupa pengalaman emosional positif (eustress), yang terjadi karena adanya suatu tekanan dari sumber stres tertentu (stressors). Menurut Lazarus dan Folkman (1984), stress terjadi ketika terjadi ketidakseimbangan antara tuntutan lingkungan dengan kemampuan seseorang.
Manusia saat ini banyak mengalami gejala stress dari berbagai sumber seperti : ekonomi, pendidikan, social, lingkungan keluarga, penerimaan diri hampir semua hal dalam hidup ini bisa menjadi sumber stress yang di alami manusia. Banyak danfak negative dari stress tersebut seperti : bunuh diri, menurunnya nilai moral, menurunnya nilai-nilai akademik, dan lain-lain. hal ini lah menjadi PR bagi para psikolog untuk membantu menangi gejala stress hal ini sudah dibuktikan dengan terbitnya jurnal ini yang membahas mengenai “Hubungan Antara Trait Kepribadian Neuroticism, Strategi Coping, Dan Stres Kerja” dalam jurna ini akan di bahas mengenai stress dan strategi coping, dan yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah kepribadian seseorang sangat mempengaruhi timbulnya gejal stress?
B. Dasar Teori
Pada tingkat individu, penelitian telah menunjukkan bahwa stres kerja pada karyawan mempunyai hubungan erat dengan depresi, ketidak-puasan kerja, burnout, dan kecelakaan kerja (Ganster & Schaubroeck, 1991). Penelitian terhadap dampak stres kerja pada pekerja di Indonesia menunjukkan bahwa dampak dari stres kerja, secara fi siologis, bisa hanya berupa gangguan tidur dan sakit kepala, hingga jantung koroner dan hipertensi (Kesehatan Jiwa Terkait Produktivitas - 28/02/2002, KOMPAS Cyber Media). Pada tingkat organisasi, Blix, Cruise, Mitchell & Blix (1994) melaporkan bahwa stres pada karyawan berhubungan erat dengan ketidakhadiran kerja yang tinggi, produktivitas kerja yang rendah serta ketidak mampuan untuk bekerja pada pekerja di Amerika. Hal ini juga terjadi pada pekerja di Indonesia dimana stress kerja juga menimbulkan absenteisme dan kecelakaan kerja yang cukup tinggi di kalangan karyawan (Kesehatan Jiwa Terkait Produktivitas - 28/02/2002, KOMPAS Cyber Media). Penurunan jam kerja akibat absenteisme, produktivitas rendah, penyakit dan kecelakaan kerja, berdampak langsung terhadap pemasukan organisasi ditambah lagi dengan pengeluaran dalam bentuk biaya pengobatan karyawan yang sakiatau cedera. Penelitian oleh Fletcher (1988) menunjukkan sekitar 100 juta hari kerja hilang di Inggris karena berbagai macam hal yang berkaitan dengan stres kerja. Selanjutnya, Atkinson (2000) menunjukkan bahwa kerugian yang dialami oleh organisasi di Amerika Serikat akibat dampak stres kerja diperkirakan sebesar 150 milyar dolar AS pertahun, sementara secara global, kerugian dari stres kerja adalah sekitar
C. Manfaat Penelitian
Penelitian merupakan upaya manusia untuk mencari kebenaran atau berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada selama ini di dalam suatu bidang tertentu, jadi dapat di rincikan manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Sebagai bahan bacaan dan pengetahuan bagi para pembaca
2. Dapat memahami penyebab terjadinya gejala stress
3. Dapat mengetahui hubungan kepribadian dengan gejala stress
4. Mengetahu strategi yang di lakukan dalam menghadapi stres
Tidak ada komentar:
Posting Komentar