1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Istilah kognitif menjadi popular sebagai salah satu dominan (wilayah) ranah psikologis yang meliputi setiap perilaku yang berhungan dengan pemahaman,pertimbangan,pengolahan informasi,pemecahan masalah,kesenjangan dan keyakinan.
Sebagian besar psikolog terutama kognitivis (ahli psikolog konigtif) keyakinan bahwa proses perkembangan kognitif manusia mulai berlangsung sejak kita lahir. Bekal dan modal dasar perkembangan manusia, yakni kapasitas motorik dan kapasitas sensori.
Menurut para ahli psikologi kognitif, pendayagunaan kapasitas rana kognitif manusia sudah mulai berjalan sejak manusia itu mulai mendayagunakan kapasitas motor dan kapasitas sensorinya.
Dalam teori piaget ini, memandang bahwa proses berpikir sebagai inti dari perkembangan.sebagai orang yang memperoleh pendidikan dasar dalam bidang eksakta, yaitu biologis, maka pendekatan dan uraian dari teorinya terpengaruh oleh asfek biologi tersebut,dengan demikian, teori piaget tentang perkembangan manusia berakal pada kerangka biologik.
Teori piaget merupakan akal revolusi kognitif saat ini yang menekan pada proses mental. Piaget mengambil perspektif organismik, yang memandang perkembangan kognitif sebagai produk usaha anak untuk memahami dan bertindak dalam dunia mereka.piaget yakni bahwa perkembangan kognitif dimulai dengan kemampuan bawaan untuk beradaptasi dengan lingkungan dengan kemampuan bawaan.(yang bersifat biologis) itu,piaget mengamati bayi-bayi mewarisi reflek-reflek seperti reflek-reflek mengisap. Reflek-reflek ini sangat penting bagi bulan-bulan pertama kehidupan anak-anak. Namun semakin berkurang signifikasinya pada perkembangan selanjutny.
Dalam pembahasan tentang kognitif atau perkembangan kognitif para ahli tertarik dalam meneliti hal ini , karena selain ingin mengetahui perkembangan kognitif peneliti juga ingin mengetahi tentang gangguan kognitif . gangguan kognitif adalah meliputi gangguan dalam pikiran atau ingatan yang menggambarkan perubahan nyata dari tingkat fungi individu yang sebelumnya (APA.2000) . gangguan kognitif tidak memiliki dasar psikologis ; gangguan ini di sebabkan fisik atau medis , atau penggunaan obat atau putus zat. Penyebab spesifik dari gangguan kognitif dapat dikendalikan ; pada kasusu lainya , hal ini tidak dapat di ketahui.
Pertumbuhan atau perkembangan kognitif terjadi melalui tiga proses yang saling berhubungan yaitu : organisasi, adaptif, dan ekuilibrasi. Masing-masing proses akan dijelaskan sebagai berikut.
2. TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Perkembangan
Perkembangan adalah perubahan-perubahan progresif dalam organisasi organism, dan organism ini dilihat sebagai system fungsional dan adaptif sepanjang hidupnya . perlu perubahan-perubahan progresif ini meliputi dua faktor yakni kematangan dan pengalaman .
B. Pengertian Kognitif
Kognitif adalah sebuah bidang study tentang bagaimana manusia memahami, belajar , mengingat, dan berpikir tentang suatu informasi.
C. Konsep Dasar Dalam Teori Peaget
Pertumbuhan atau perkembangan kognitif terjadi melalui 8 proses yang saling berhubungan yaitu :
1. Intelegensi
Intelegensi adalah sebagai suatu adaptasi mental pada lingkungan baru ( piaget, 1981, hlm.9) gardmer (1993) menjelaskan intelegensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan-persoalan atau menghasilkan produk.
Contoh : seorang mahasiswa yang berusaha mencari solusi mengenai pola belajar dalam mengahadapi ujian semester yang sebelumnya pola yang diterapkan tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
2. Organisasi
Organisasi adalah istilah yang digunakan piaget untuk mengintergrasikan pengetahuan ke dalam sistem-sistem atau cara berpikir yang disertai dengan pencitraan realitas yang semakin akurat (papalia, 2008 :47).
Contoh : anak laki-laki berusia empat bulan memiliki kemampuan untuk menatap objek dan menggenggamnya. Segera setelah itu, dia berusaha mengkombinasikan dua tindakan ini ( menatap dan menggenggamnya) dengan menggenggam objek-objek yang dilihatnya.
3. Skema
Skema adalah suatu struktur mental seseorang dimana ia secara intelektual beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
Contoh : gambaran anak tentang ayam. Pada awalnya, gambaran anak itu sangat sederhana karena didasarkan pada cerita orang tuanya kepada pengalaman pertama kali melihat ayam. Semakin ia mempunyai banyak pengalaman dengan bermacam-macam ayam, gambaran atau skemanya tentang ayam semakin berkembang dan lengkap.
4. Asimilasi
Asimilasi merupakan istilah yang digunakan piaget untuk merujuk pada peleburan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang sudah ada.
Contoh : kepada seorang anak diperlihatkan gambar segi tiga sama sisi, kemudian setalah itu diperlihatkan pula kepadanya segitiga yang lain yaitu segi tiga siku-siku, asimilasi kognitif terjadi jika si anak menjawab bahwa segi tiga siku-siku yang diperlihatkan adalah segi tiga sama sisi. Disebut asimilasi karena objek di luar dirinya (segi tiga siku-siku) ketika dimasukkan ke dalam diri anak diubah dan disesuaikan dengan struktur yang sudah ada pada anak.
5. Akomodasi
Akomodasi adalah istilah yang digunakan peaget untuk merujuk pada perubahan yang terjadi pada sebuah struktur kognitif dalam rangka menampung informasi baru.
Contoh : pada suatu sofa yang tidak terlalu besar, duduk dua orang dengan santai. Tiba-tiba datang orang ketiga yang ingin duduk di tengah kedua orang itu. Kedua orang yang duduk pertama menggeser tubuh untuk memberi tempat, dan orang ketiga pun duduk. Apa yang terjadi di sini ialah bahwa orang yang sudah duduk, harus mengubah (menggeser) cara duduknya (menjadi tidak santai lagi) agar orang ketiga yang baru datang dapat duduk di sofa itu.
6. Ekuilibrasi
Ekuilibrasi adalah istilah yang digunakan piaget untuk merujuk pada kecenderungan guna mencari keseimbangan pada elemen-elemen kognisi.
7. Adaptasi
Adaptasi adalah istilah yang digunakan piaget untuk merujuk pada penyesuaian yang diterpkan pada informasi baru tentang lingkungan.
8. Pengetahuan figurative dan operative
Piaget membedakan antara pengetahuan figuarative dan pengetahuan operative. Pengetahuan figurative didapatkan dari gambaran langsung seseoarng terhadap objek yang diperlajarinya.
Contoh : pengetahuan akan nama-nama barang dan nama-nama kota.
Pengetahuan operative didapatkan karena orang itu mendapatkan operasi terhadap objek yang dipelajari.
Contoh : pengetahuan anak akan kaitan nama kota dengan situasi manusianya dan dengan kota-kota yang lain.
D. Garis Besar Tahap Perkembangan Kognitif
1. Tahap sensori motor (umur 0-2 tahun)
Tahap ini paling awal, perkembangan kognitif terjadi pada waktu bayi lahir sampai sekitar berumur 2 tahun. Pada tahap ini, intelegensi anak lebih didasarkan pada tindakan indrawi anak terhadap lingkungan, seperti melihat, meraba, menjama, mendengar, mebau dan pada tahap ini, anak belum dapat berbicara dengan bahasa.
a. Periode-periode sensori
1. Periode 1 refleks (0-1 bulan) ini berkembang sejak seorang bayi lahir sampai berumur sekitar 1 bulan. Pada periode ini, tingkah laku bayi kebanyakan bersifat refleks, spontan, tidak sengaja, dan tidak terbedakan.
2. Periode 2 kebiasaan (1-4 bulan) bayi mulai membentuk kebiasaan-kebiasaan pertama. Kebiasaan dibuat dengan mencoba-coba dan mengulang-ulang suatu tindakan.
3. Periode 3 reproduksi kejadian yang menarik,
Seorang bayi mulai menjamah dan memanipulasi objek apapun yang ada di sekitarnya.
4. Periode 4 koordinasi skemata (8-12 bulan)
Sorang bayi mulai membedakan antara sarana dan hasil tindakannya.
5. Periode 5 eksperimen (12-18 bulan)
Anak memperkembangkan cara-cara baru untuk mencapai tujauan dengan cara mencoba-coba.
6. Periode 6 representasi (18-28 bulan)
Seorang anak sudah mulai dapat menemukan cara-cara baru yang tidak hanya berdasarkan rabaan fisis dan eksternal, tapi juga dengan koordinasi internal dalam gambarannya.
b. Pembentukan skema objek
Piaget (1981) menguraikan bahwa pada priode refleks , bayi belum mempunyai konsep benda . pada priode berikutnya, yaitu priode koordinasi skema, bayi mulai dapat mencari benda yang tersembunyi di belakang layar.cukup jelas dari proses perkembangan di atas bahwa konsep kekekalan benda merupakan fungsi adanya ruang dan waktu.
c. Cirri-ciri intelegensi
1. Intelegensi sensorimotor didasarkan pada tindakan praktis.
2. Sensorimotor hanya membawa sampai pada kepuasan praktis.
3. Karena sensorimotor berkaitan dengan entitas real.
4. Mengenai periode-periode sensorimotor.
2. Tahap pra operasi (2-7 tahun)
Tahap pemikiran pra operasi dicirikan dengan adanya fungsi, yaitu penggunaan symbol atau tanda untuk menyatakan atau menjelaskan suatu objek yang saat itu tidak berada bersama subjek.
a. Pemikiran simbolis atau semiotic
1. Imitasi tidak langsung
Sering kali anak kecil mulai dapat bermain kue-kuean sendiri. Ia dapat bermain pasar-pasaran sendiri dengan asyiknya. Kue dan barang-barang pasar itu adalah hasil imitasi.
2. Permainan simbolis
Pada tahap ini, anak sudah dapat bermain mobil-mobilan dengan balok-balok kayu kecil.
3. Menggambar
Pada tahap ini, anak mulai suka menggambar sesuatu dengan pencil atau alat tulis yang lain.
4. Gambaran mental
Gambaran mental adalah penggambaran secara pikiran suatu objek atau pengalaman yang lampau.
5. Bahasa ucapan
Bahwa anak mulai menggunakan bahasa ucapan dan anak menggunakan suara sebagai representasi benda atau kejadian.
b. Bahasa
1. Perkembangan bahasa
Menurut piaget , perkembangan bahasa pada tahap praoprasi merupakan transisi dari sifat egosentris ke interkomunikasi social.
2. Penggunaan bahasa
Ginsburg dan opper (1988) membedakan antara penggunaan bahasa anak yang nonkomunikatif dan yang komunikatif .
3. Bahasa dan pemikiran
Dengan adanya bahasa ,, pemikiran seorang anak semakin di perluas.
4. Penalaran anak pada umur 2-4 tahun.
penalaran merupakan ingatan singkat yang pernah di alami.
keinginan anak dapat mengacaukan jalan pikiran.
transduktif (campuran antara deduktif dan induktif).
c. pemikiran intuitif
menurut piaget (1981) , pemikiran anak pada umur 4 sampai 7 tahun berkembang pesat secara bertahap ke arah konseptualisasi.
d. Cirri-ciri pemikiran yang lain
1. Pemikiran egosentris
Pemikiran anak pada tahap ini masi egosentris . ia belum dapat melihat pandangan orang lain.
2. Adaptasi yang tidak disertai gambaran yang akurat
Anak yang berumur 4 sampai 5 tahun sudah dapat pergi dan pulang sekolah sendiri .
3. Reversibilitas belum terbentuk
Bila pemikiran orang sudah reversible, maka ia dapat mengikuti garis pemikirannya kembali ke permulaan.
4. Pengertian kekekalan belum lengkap .
Kekekalan adalah konsep yang menyatakan bahwa jumlah atau kuantitas suatu benda tetap sama meskipun ada perubahan-perubahan unsur-unsurnya.
5. Klasifikasi figurative
Anak pada tahap praoprasi membuat klasifikasi benda berdasarkan pengetahuan figurative.
6. Relasi ordinal/serial
Anak pada umur 4-5 tahun masih mengalami kesulitan untuk menyusun angka berurutan .
7. Kausalitas
Sesudah berumur 3 tahun , seorang anak mulai banyak mengajukan pertanyaan dengan “mengapa”.
3. Tahap operasi konkret (7-11 tahun)
Tahap operasi konkret dicirikan dengan perkembangan sistem pemikiran yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu yang logis.
a. Transformasi reversible
Pada tahap ini, seorang anak sudah mulai mengerti proses tranformasi.
Pada umur 7-8 tahun ada beberapa anak yang meramalkan bahwa :
1. Pembalikan 1800 dari ABC adalah CBA.
2. Kalau dilakukan dua kali putaran, maka kedudukan urutan akan kembali seperti semula.
3. Kalau dilakukan tiga kali putaran, hasilnya akan sama dengan satu kali putaran.
b. Sistem kekekalan (konsevasi)
Pada tahap ini , seorang anak sudah dapat mengerti adanya konsep kekekalan objek. Misalnya, ada dua gelas yang besarnya berlainan dan didalamnya dituangkan kejumlah air yang sama volumenya. Piaget meneliti ada bermacam-macam tahap perkembangan pengrtian kekekalan, yaitu:
1. Kekekalan bilangan (5-6 tahun)
Pengertian kekekalan bilangan muncul pada umur 5 sampai 6 tahun.anak pada tahap ini mulai dapat mengadakan transformasi korespondensi satu per satu.
2. Kekekalan subtansi (7-8 tahun)
Pada umur ini, seorang anak sudah dapat mengerti dan menangkap bahwa subtansi (banyaknya) suatu benda itu tetap.
3. Konservasi panjang (7-8 tahun)
Seorang anak di hadapkan pada sebuah tongkat lurus (A) , lalu tongkat itu di potong-potong (B) , atau di bengkokkan (C). apakah panjang dari tongkat itu sama atau berubah? Anak pada tahap ini sudah mengerti bahwa panjangnya tetap sama ( piaget dan inhelder, 1969 : piaget , 1881).
4. Kekekalan luas
Untuk meneliti kekekalan luas , piaget menggunakan gambar lembu dengan daerah yang menjadi makanannya (wasdsworth, 1989)
5. Kekekalan berat (9-10 tahun)
Kekekalan berat juga didapat dari contoh tanah liat yang berbentuk macam-macam . anak dapat mengerti bahwa subtansibendanya tetap.
6. Kekekkalan volume (11-12 tahun)
Volume zat tetap , meskipun di masukin benda padat yang mengakibatkan tinggi permukaan air naik.
c. Cirri-ciri pemikiran oprasi konkret yang lain.
1. Adaptasi dengan gambaran yang menyeluruh
Pada tahap ini , seorang anak mulai dapat menggambarkan secara menyeluruh ingatan , pengalaman , dan objek yang di alami .
2. Melihat dari berbagai macam segi
Anak pada tahap ini mulai dapat melihat suatu objek atau persoalan secara sedikit menyeluruh dengan melihat aspek-aspeknya.
3. Seriasi
Proses seriasi adalah proses mengatur unsur-unsur menurut semakin besar atau kecilnya unsur-unsur tersebut.
4. Klasifikasi menurut piaget , bila anak yang berumur 3 tahun dan 12 bulan bemacam-macam objek dan di suruh membuat klasifikasi yang serupa menjadi satu.
5. Bilangan
Piaget tidak tertarik pada soal hitungan seperti 2 ditambah 2 = 4 .
Ini hanyalah hapalan yang dapat di buat oleh anak kelas 1 sd.
6. Ruang , waktu dan kecepatan
Pada umur 7 dan 8 tahun . seorang anak sudah mengerti urutan ruang dengan melihat interval jarang suatu benda atau kejadian.
7. Kausalitas
Pada tahap ini, seorang anak sudah lebih mendalam melihat suatu kejadian.
8. Probabilitas
Pada awalnya, prabobilitas di mengerti hanya dalam arti yang negatif , yaitu sebagai suatu halangan /hambatan untuk proses deduksi.
9. Penalaran
Ada berbagai macam bentuk penalaran : sinkretis , jukstaposisi, ordinal dan , relasi bagian keseluruhan
10. Egosentrisme dan sosialisme
Pada tahap ini, anak sudah tidak begitu egosentris dalam pemikirannya.
4. Tahap operasi formal (11 ke atas)
Tahap operasi formal merupakan tahap terakhir dalam perkembangan kognitif menuru piaget.
a. Pemikiran deduktif hipotesis
Pada tahap pemikiran opresi konkret, operasi berkaitan langsung dengan objek, kumpulan objek, hubungan antara objek dan perhitungan objek yang konkret.
1. Sistem kombinatoris
Akibat pertama remaja tidak mendasarkan pemikirannya pada objek yang konkret adalah adanya pelepasdan ralasi dan klasifikasi dani pengalaman konkret dan pemikiran intuitif.
Contoh : yang jelas adalah kemampuan ramaja untuk mengkombinasikan dan perputasi dalam mengurutkan beberapa benda yang ada. Misalnya, kepada seorang remaja diberikan tiga kelereng yang berlainan warna. Ada berapa macam kemungkinan ketiga kelereng itu disusun ?
Remaja sudah mulai dapat memikirkan jawaban dengan meninjau segala kemungkingan.
2. Kombinasi objek-objek dan proposisi
Sesudah umur 12 tahun, seseorang sudah dapat mengkombinasikan objek berdasarkan prinsip kombinasi tanpa dibatasi dengan kenyataan objek itu.
b. Pemikiran induktif saintifik
Pemikiran induktif adalah pemikiran pengambilan kesimpulan yang lebih umum berdasarkan kejadian – kejadian yang khusus.
1. Elastisitas
Dalam percobaan, seorang remaja di berikan lempeng logam yang berbeda penampang , panjang, dan bahan . selanjutnya , di suruh mencari pengaruh panjang terhadap elastisitas logam tersebut.
2. Pendulum
Pendulum itu terdiri dari bermacam-macam beban (b) yang berbeda massanya dan juga tali (p) yang panjangnya dapat di ubah-ubah. Selanjutnya , beban ditarik ke atas sejauh t dan di lepaskan sehingga terjadi ayunan bandul ke kiri dank e kanan.
c. Pemikiran abstraksi reflektif
Menurut wadsworrth , abstraksi ini adalah abstraksi yang diperlukan untuk memproleh pengetahuan matematis –logis.
d. Skema-skema oprasi formal
Pada umur 11-12 tahun , skema oprasi formal seorang remaja sudah terbentuk.
1. Proposisi
Proposisi adalah pemikiran untuk membandingkan dua hal.
2. Sistem referensi ganda
Suatu benda A bergerak ke kiri terhadap papan B , dan papan B bergerak ke kanan terhadap latar belakang C .
3. Kesetimbangan hidrostatis
Kepada anak yang ada pada tahap oprasi konkret dan pra oprasi di hadapkan bejana U-hidrostatis .
4. Pengertian probabilitas
Menurut piaget, untuk mengerti proses probabilitas , seorang anak harus mengetahui dua oprasi pokok , yaitu sistem kombinasi dan perhitungan proposi.
5. Dua reversibilitas
Pada tahap pemikiran formal ini , seorang remaja sudah dapat membentuk suatu sistem kombinasi dan struktur fundamental yang menunjukan pada suatu sintesis lengkap.
e. Cirri-ciri pemikiran yang lain
Ginsburg dan opper (1988) merangkungkan beberapa ciri pemikiran remaja menurut piaget.
1. Remaja lebih mengutamakan posibilitas daripada realitas.
2. Sifat kombinatoris.
3. Pemikiran remaja mencapai suatu kedudukan ekuilibrium yang maju di mana remaja dapat secara efektif berhadapan dengan berbagai macam persoalan.
4. Karena remaja dapat menghadapi persoalan dengan bermacam-macam perspekrif.
5. Remaja kadang egosentris dalampikiranya.
6.
E. Teori perkembangan kognitif dari para ahli
1. Toeri kognitif vygotsky
Vygotsky berpendapat bahwa bermain mempunyai peran langsung terhadap perkembangan kognisi seorang anak. Vygotsky menekankan pemusatan hubungan social sebagai hal penting yang memengaruhi perkembangan kognitif karena pertama-tama anak menemukan pengetahuan falam dunia sosialnya , kemudian menjadi bagian dari perkembangan kognitifnya.anak kecil tidak mampu berfikir abstrak karena bagi mereka , meaning (makna) dan objek berbaur menjadi satu.
Vygotsky membedakan dua tahap perkembangan , yaitu yang actual (independent performance) dari potensial (assisted performance) dengan zone of proximal development/zpd (dalam Hetherington dan parke, 1999 ; Johnson , 1999). Zpd adalah jarak antara actual dan potensial .
2. Teori kognitif joreme bruner
Bruner member penekanan pada fungsi bermain sebagai sarana mengembangakan kretivitas dan fleksibilitas . dalam bermain , yang lebih penting bagia anak adalaah makna bermain dan bukan hasil akhirnya. Saat bermain , anak tidak memikirkan sasaran yang akan di capai , sehingga dia mampuh bereksperimen dengan memadukan berbagai perilaku baru serta tidak biasa.
Perilaku-perilaku rutin yang diperatikan dan dipelajari berulang-ulang dalam situasi bermain akan terintergrasi dan bermanfaat untuk mengembangkan fleksibilitas dengan banyaknya pilihan-pilihan perilaku bagi anak.
F. Implikasi teori kognitif
Dalam pandangan piaget , “ belajar yang sebenarnya bukan sesuatu yang diturunkan oleh guru, melainkan sesuatu yang berasal dari dalam diri anak sendiri”. Belajar merupakan sebuah proses penyelidikan dan penemuan spontan seorang bayi yang membuat kemajuan intelektual menajubkan hanya dengan mengeksplorasi dan memanipulasi lingkunagan mereka sendiri . kondisi ini juga terjadi pada anak-anak yang lebih besar.
Atas dasar konsep tersebut , maka piaget merekomendasikan beberapa hal dalam dunia pendidikan:
1. Guru tidak semestinya memaksakan pengetahuan kepada anak didik , melaikan harus menemukan materi-materi pelajaran yang bisa menarik dan tidak menentang anak untuk belajar dan kemudian membicarakan mereka menyelesaikan masalah-masalah yang di hadapi dengan cara mereka sendiri.
2. Pemberian intruksi harus di sesuaikan dengan tingkat perkembangan tertentu anak. Pendidikan harus menyadari bahwa tingkat ketertarikan dan model belajar anak berbeda-beda pada waktu yang berbeda. intinya. “ menyesuakain pendidikan dengan tahap perkembangan anak. ( crain , 2007 :2008-2009).
3. KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Dalam setiap materi atau teori dari sebuah disiplin ilmu harus diiringi aplikasi dalam kehidupan manusia pada umunya , dan untuk lebih luasnya untuk kehidupan social . ketika seseorang yang mengkaji suatu teori maka hendaknya di aplikasikan dalam kehidupan nyata (kehidupan bermasyarakat) ketika kita membahas tentang sebuah ilmu maka tidak akan ada habisnya dalam mengkaji atau membahasnya.
Dalam membahas tentang perkembangan kognitif maka akan banyak sekali yang akan dikaji dan dibahas , dalam teori perkembangan kognitif yang di populerkan oleh para ahli psikologi , seperti piaget yang menguraikan tentang perkmbangan dalam kognitif individu. Kognitif adalah sebuah study tentangbagaimana manusia memahami , belajar ,mengingat, dan berfikir suatu informasi. Jadi ketika kita membahas mengenai perkembangan kognitif pada manusia , berkembang berarti adanya kemajuan dalam diri manusia tapi dalam hal ini konteksnya kemajuan dari segi pemikiran (kognitif).
Pertumbuahan /perkembangan kognitif terjadi melalui tiga proses yang saling berhubungan yaitu : organisasi , adaptif , dan ekuilibrasi (secar umum) dari ketiga proses tersebut maka ditarik kesimpulan bahwa dalam perkembangan kognitif ada banyak proses-proses yang harus dilalui dengan cara bertahap. Dalam perkembangan kognitif adanya proses yang distimulus oleh kejadian-kejadian yang terjadi dilingkungan sekitar , baik secara sempit ( keluarga) dan secara luas (masyarakat ) , dari pristiwa-pristiwa tersebutlah membantu nidividu untuk mengembangkan kognitifnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar